Minggu, 13 Mei 2012

Kesombongan Pendo'a




Sebuah kapal karam karena diterjang badai hebat. Hanya dua lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan kecuali berdoa. unutk mengetahui doa siapa yang paling dikabulkan, mereka sepakat membagi pulau kecil itu menjadi dua dan mereka tinggal bersebrangan.

Sebagai doa pertama, mereka memohon makanan. Esok harinya , lelaki pertama melihat sebuah pohon yang penuh dengan buah-buahan tumbuh disisi tempat tinggalnya. Sementara ditempat tinggal lelaki lainya saja kosong.

Seminggu kemudian, lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberi istri. Keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang kini terdampar disisi pulau tempat lelaki pertama tinggal. Sementara itu, tetap saja tidak terjadi apapun disisi tempat tinggal lelaki kedua.
Segera setelah itu, lelaki pertama berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya seperti sebuah keajaiban, semua yang diminta tersedia untuknya. Sementara lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki pertama berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya bisa meninggalkan pulau itu. Pada pagi hari berikutnya mereka menemukan kapal tertambat disisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan istrinya naik keatas kapal dan bersiap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. ia memutuskan untuk meniggalkan lelaki kedua yang tinggal disisi lain dari pulau itu. menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkat karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Begitu kapal siap-siap berangkat, lelaki pertama mendengar suara dari langit, “Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada disisi lain pulau ini?”

“Berkatku hanyalah milikku sendiri karena hanya doakulah yang dikabulkan,” jawab lelaki pertama. “Doa temanku itu tak satupun dikabulkan, ia tak pantas mendapatkan apa-apa.”

“Kau salah!” suara itu membahana. “Tahukah kamu bahwa teman kamu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Jika tidak, maka kau takan mendapatkan apa-apa.”

Lelaki pertama itu bertanya, “Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?” “Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan.”

Renungan

Kesombongan seperti apa yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain?

Banyak orang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita. Kita tidak pernah bisa sukses tanpa campur tangan orang lain. Sekecil apapun itu ketika berhasil meraih prestsi kerja yang gemilang, apakah kita yakin kalau prestasi itu murni hasil kerja keras kita? Pasti ada orang lain yang mendukung keberhasilan itu, entah rekan kerja yang bersedia membantu, satpam yang menjaga hingga larut malam, ataupun mbak didapur yang menyiapkan secangkir teh panas dan semangkuk mie.

Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai sesuatu hanya dari “yang terlihat” saja. 

0 komentar:

Posting Komentar

MUWAHID

Diberdayakan oleh Blogger.